AERIUS SYRUP
KANDUNGAN
Desloratadine.
INDIKASI
PERHATIAN
Hamil, menyusui.
Faringitis, mulut kering, nyeri otot, ketagihan tidur, nyeri saat haid..
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
KEMASAN
Sirup 0.5 mg/ml x 60 ml
DOSIS
Dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas : 5 mg sekali sehari.
CODE: A40
Harga Per Satuan Terkecil : Rp77,650.00
AERIUS SYRUP 0.5 MG
|
KANDUNGAN
Desloratadine.
INDIKASI
| 1. | Menghilangkan gejala pada hidung dan bukan hidung dari rinitis alergika (musiman dan sepanjang tahun). |
| 2. | Terapi simtomatik (hanya untuk menghilangkan gejalanya saja) gatal-gatal, mengurangi jumlah dan ukuran hives (penyakit dengan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak) pada pasien dengan urtikaria idiopatik kronis (biduran menahun yang tidak diketahui sebabnya) |
PERHATIAN
Hamil, menyusui.
Faringitis, mulut kering, nyeri otot, ketagihan tidur, nyeri saat haid..
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
KEMASAN
Sirup 0.5 mg/ml x 60 ml
DOSIS
Dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas : 5 mg sekali sehari.
PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
PABRIK
Schering-Plough.
Schering-Plough.
AERIUS TABLET 5 MG
GOLONGAN : K
KANDUNGAN :
Desloratadine.
INDIKASI :
Menghilangkan gejala pada hidung dan bukan hidung dari rinitis alergika (musiman dan sepanjang tahun).
Terapi simtomatik (hanya untuk menghilangkan gejalanya saja) gatal-gatal, mengurangi jumlah dan ukuran hives (penyakit dengan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak) pada pasien dengan urtikaria idiopatik kronis (biduran menahun yang tidak diketahui sebabnya).
PERHATIAN :
Hamil, menyusui.
Faringitis, mulut kering, nyeri otot, ketagihan tidur, nyeri saat haid.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL :
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
KEMASAN :
Tablet salut-selaput 5 mg x 30 butir.
DOSIS :
Dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas : 5 mg sekali sehari.
PENYAJIAN :
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
PABRIK :
Schering-Plough
Harga Per Satuan Terkecil : Rp7,300.00
AERIUS TABLET 5 MG
GOLONGAN : K
KANDUNGAN :
Desloratadine.
INDIKASI :
Menghilangkan gejala pada hidung dan bukan hidung dari rinitis alergika (musiman dan sepanjang tahun).
Terapi simtomatik (hanya untuk menghilangkan gejalanya saja) gatal-gatal, mengurangi jumlah dan ukuran hives (penyakit dengan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak) pada pasien dengan urtikaria idiopatik kronis (biduran menahun yang tidak diketahui sebabnya).
PERHATIAN :
Hamil, menyusui.
Faringitis, mulut kering, nyeri otot, ketagihan tidur, nyeri saat haid.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL :
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
KEMASAN :
Tablet salut-selaput 5 mg x 30 butir.
DOSIS :
Dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas : 5 mg sekali sehari.
PENYAJIAN :
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
PABRIK :
Schering-Plough
ALEGI
Seperti umumnya penggunaan kortikosteroid dan antihistamin, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini
ALEGI® harus diberikan dengan hati-hati pada penderita gagal jantung, herpes simpleks pada mata, tukak peptik, hipertensi, glaukoma, osteoporosis, miastenia, epilepsi, penderita dengan riwayat kolitis, dan hipertrofi prostat.
INTERAKSI OBAT :
Pemberian ALEGI® bersama dengan obat-obat hipnotik sedatif (misalnya fenobarbital, klorpromazin, diazepam, dil) dapat meningkatkan efek sedasi. Pemberian obat ini bersama diuretik tertentu dapat meningkatkan efek hipokalemia.
ATURAN PAKAI :
KEMASAN DAN NO. REGISTRASI :
ALEGI® Kotak berisi 10 strip @ 10 kaplet No. Reg. DKL 9913309310A1
Simpan di tempat sejuk dan kering
CA-1048-01
PT. LAPI LABORATORIES CIKANDE - INDONESIA
CODE: A1
Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,000.00
A L E G I
KOMPOSISI :
Tiap Kaplet mengandung :
Deksametason 0,5 mg
Deksklorfeniramin maleat 2 mg
MEKANISME KERJA OBAT :
ALEGI® mengandung deksametason, suatu kortikosteroid oral dengan masa kerja panjang, serta deksklorfeniramin maleat, suatu antihistamin oral yang bekerja dengan menghambat pelepasan histamin dan mediator radang yang lain dari masf cell dan basofil. Paduan kedua obat ini saling menunjang untuk mengatasi berbagai menifestasi reaksi alergi.
INDIKASI :
Untuk mengatasi reaksi alergi pada berbagai organ dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid. Reaksi alergi ini antara lain ialah rinitis alergi, urtikaria, dermatitis akut atau kronik dan hay fever, dll.
KONTRA INDIKASI :
Tiap Kaplet mengandung :
Deksametason 0,5 mg
Deksklorfeniramin maleat 2 mg
MEKANISME KERJA OBAT :
ALEGI® mengandung deksametason, suatu kortikosteroid oral dengan masa kerja panjang, serta deksklorfeniramin maleat, suatu antihistamin oral yang bekerja dengan menghambat pelepasan histamin dan mediator radang yang lain dari masf cell dan basofil. Paduan kedua obat ini saling menunjang untuk mengatasi berbagai menifestasi reaksi alergi.
INDIKASI :
Untuk mengatasi reaksi alergi pada berbagai organ dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid. Reaksi alergi ini antara lain ialah rinitis alergi, urtikaria, dermatitis akut atau kronik dan hay fever, dll.
KONTRA INDIKASI :
| - | ALEGI® dikontraindikasikan pada penderita yang hipersensitif terhadap deksklorfeniramin maleat dan atau deksametason. |
| - | Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita yang sedang mendapat pengobatan dengan golongan MAO atau yang menderita tukak lambung. |
| - | Penderita infeksi jamur sistemik. |
| - | Penderita tukak lambung aktif. |
| - | Penggunaan ALEGI® pada penderita tertentu dapat menimbulkan rasa mengantuk, muiut kering, keluhan lambung serta retensi air dan elektrolit. |
| - | Gangguan muskuloskeletal, oftalmik, metabolik dan endokrin. |
Seperti umumnya penggunaan kortikosteroid dan antihistamin, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini
ALEGI® harus diberikan dengan hati-hati pada penderita gagal jantung, herpes simpleks pada mata, tukak peptik, hipertensi, glaukoma, osteoporosis, miastenia, epilepsi, penderita dengan riwayat kolitis, dan hipertrofi prostat.
| - | Bila diberikan pada penderita diabetes perlu penyesuaian dosis dari obat antidiabetik. |
| - | Selama menggunakan obat ini harus hati-hati bila mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. |
| - | Tidak dianjurkan digunakan oleh wanita hamil dan menyusui karena keamanannya belum diketahui dengan pasti. |
| - | Pada penggunaan kortikosteroid jangka panjang, hindari penghentian obat secara tiba-tiba karena dapat menimbulkan gejala putus obat. |
| - | Pemakaian obat ini dapat menekan gejala-gejala klinis dari suatu penyakit infeksi. |
INTERAKSI OBAT :
Pemberian ALEGI® bersama dengan obat-obat hipnotik sedatif (misalnya fenobarbital, klorpromazin, diazepam, dil) dapat meningkatkan efek sedasi. Pemberian obat ini bersama diuretik tertentu dapat meningkatkan efek hipokalemia.
ATURAN PAKAI :
| Dewasa : | 1 kaplet, 3-4 kali sehari sesudah makan. Dosis perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Dosis maksimal 8 kaplet sehari. |
| Anak 6 -12 tahun : | 1/2 kaplet, 3-4 kali sehari. |
| Anak 2 - 6 tahun : | 1/4 kaplet, 3-4 kali sehari. Bila terjadi perbaikan, dosis dikurangi bertahap sampai tercapai dosis efektif terkecil. |
KEMASAN DAN NO. REGISTRASI :
ALEGI® Kotak berisi 10 strip @ 10 kaplet No. Reg. DKL 9913309310A1
Simpan di tempat sejuk dan kering
CA-1048-01
PT. LAPI LABORATORIES CIKANDE - INDONESIA
ALEGYSAL
GOLONGAN : K
KANDUNGAN :
Pemirolast Kalium.
INDIKASI :
Konjungtivitis alergi dan konjungtivitis vernal.
Hamil, laktasi, bayi prematur, neonatus dan bayi usia kurang dari 1 tahun.
Hanya untuk tetes mata.
Gatal pada kelopak mata, iritasi mata, blefaritis, sekret abnormal dari mata, infeksi konjungtiva.
KEMASAN :
Tetes mata 0,1% x 5 mL
DOSIS :
1 tetes 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.
PABRIK :
Ferron/Santen
Harga Per Satuan Terkecil : Rp59,300.00
ALEGYSAL
GOLONGAN : K
KANDUNGAN :
Pemirolast Kalium.
INDIKASI :
Konjungtivitis alergi dan konjungtivitis vernal.
Hamil, laktasi, bayi prematur, neonatus dan bayi usia kurang dari 1 tahun.
Hanya untuk tetes mata.
Gatal pada kelopak mata, iritasi mata, blefaritis, sekret abnormal dari mata, infeksi konjungtiva.
KEMASAN :
Tetes mata 0,1% x 5 mL
DOSIS :
1 tetes 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.
PABRIK :
Ferron/Santen
ALERNITIS
Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,200.00
ALERNITIS
GOLONGAN : K
KANDUNGAN :
Loratadine.
INDIKASI :
Meringankan gejala yang berkaitan dengan rinitis alergi, seperti bersin-bersin, rinorea, gatal pada hidung, gatal dan terbakar pada mata, meringankan gejala dan tanda urtikaria kronis.
KONTRA INDIKASI :
Hipersensitif atau idiosinkrasiterhadap loratidin.
Pemberian antihistamin harus dihentikan selama kurang lebih 48 jam sebelum prosedur uji kulit karena dapt mencegah atau mengurangi reaksi positif terhadap indikator reaktivitas dermal, anak usia kurang dari 6 tahun, hamil dan laktasi.
Lemah, pusing, mulut kering, sakit kepala, mengantuk, mual, gatal.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL :
B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
KEMASAN :
Tablet 10 mg x 10 x 10's.
- Dewasa dan anak usia lebih 12 tahun : 1 kali sehari 1 tablet.
- Anak usia 6 - 12 tahun berat badan lebih 30 kg : 1 kali sehari 10 mg (1 tablet).
- Berat badan kurang 30 kg : 1 kali sehari 5 mg (½ tablet).
PENYAJIAN :
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
ALLERON
KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung 4 mg
CARA KERJA OBAT :
Chlorpheniramini Maleas merupakan antihistamin H1 bekerja secara antagonis kompetitif terhadap efek antihistamin pada reseptor H1. Konsentrasi puncak plasma terjadi setelah 2-3 jam pemberian oral. Ekskresi dalam bentuk tidak berubah melalui urin
INDIKASI :
Bekerja sebagai antihistaminika untuk keadaan alergi seperti urtikaria, rhinitis, hay-fever
Dapat menimbulakan rasa kantuk, mulut kering, dan pandangan kabur
KONTRA INDIKASI :
Pasien yang hipersensitif terhadap obat ini.
- Jangan mengendari kendaraan dan menjalankan mesin sesudah meminum obat ini
- Jangan diberikan pada anak-anak dibawah usia 2 tahun tanpa petunjuk dokter
- Tidak dianjurkan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui kerena resiko efek samping pada bayi
- Dapat menyebabkan kantuk
DOSIS :
* Dewasa : 1 kaplet 3-4xsehari
* Anak-anak 6-12 tahun : 1/2 kaplet 3-4xsehari
* Anak-anak 2-6 tahun : 1/4 kaplet 3-4xsehari
KEMASAN & NO REG. :
Dus 20 strip @ 10 kaplet, DTL 8515201004A1
PENYIMPANAN
Dalam wadah tertutup rapat pada suhu kamar (25-30 derajat C)
PABRIK :
PT MEGAH ESA FARMA
CODE: A2
Harga Per Satuan Terkecil : Rp100.00
ALLERON TABLET
KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung 4 mg
CARA KERJA OBAT :
Chlorpheniramini Maleas merupakan antihistamin H1 bekerja secara antagonis kompetitif terhadap efek antihistamin pada reseptor H1. Konsentrasi puncak plasma terjadi setelah 2-3 jam pemberian oral. Ekskresi dalam bentuk tidak berubah melalui urin
INDIKASI :
Bekerja sebagai antihistaminika untuk keadaan alergi seperti urtikaria, rhinitis, hay-fever
Dapat menimbulakan rasa kantuk, mulut kering, dan pandangan kabur
KONTRA INDIKASI :
Pasien yang hipersensitif terhadap obat ini.
- Jangan mengendari kendaraan dan menjalankan mesin sesudah meminum obat ini
- Jangan diberikan pada anak-anak dibawah usia 2 tahun tanpa petunjuk dokter
- Tidak dianjurkan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui kerena resiko efek samping pada bayi
- Dapat menyebabkan kantuk
DOSIS :
* Dewasa : 1 kaplet 3-4xsehari
* Anak-anak 6-12 tahun : 1/2 kaplet 3-4xsehari
* Anak-anak 2-6 tahun : 1/4 kaplet 3-4xsehari
KEMASAN & NO REG. :
Dus 20 strip @ 10 kaplet, DTL 8515201004A1
PENYIMPANAN
Dalam wadah tertutup rapat pada suhu kamar (25-30 derajat C)
PABRIK :
PT MEGAH ESA FARMA
ALLERZIN SYRUP 60ml
ALLERZIN syrup merupakan obat antihistamin yang berupa syrup dan setiap sendok teh ALLERZIN syrup (5 ml) mengandung Prornethazine HCI sebanyak 5 mg.
ALLERZIN syrup dapat dipergunakan untuk pengobatan pada berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh reaksi allergi. Karena sifat sedatifnya, maka untuk pemakaian obat ini dapat menimbulkan rasa agak mengantuk, ini justru baik sekali untuk mengobati insomnia yang disebabkan oleh allergi, seperti asthma, pruritus.
ALLERZIN syrup
Mempunyai rasa jeruk manis yang digemari oleh anak - anak maupun orang dewasa.
INDIKASI :
Dewasa: 3 - 4 x sehari 1 - 2 sendok teh ( 5 ml)
Anak - anak: Dibawah umur 5 tahun :
3 - 4 x sehari 1/2 sendok teh
Diatas umur 5 tahun :
3 - 4 x sehari 1 sendok teh
Atau menurut petunjuk dokter.
KONTRA INMKASI :
CODE: A41
Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,000.00
ALLERZIN SYRUP
ALLERZIN syrup merupakan obat antihistamin yang berupa syrup dan setiap sendok teh ALLERZIN syrup (5 ml) mengandung Prornethazine HCI sebanyak 5 mg.
ALLERZIN syrup dapat dipergunakan untuk pengobatan pada berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh reaksi allergi. Karena sifat sedatifnya, maka untuk pemakaian obat ini dapat menimbulkan rasa agak mengantuk, ini justru baik sekali untuk mengobati insomnia yang disebabkan oleh allergi, seperti asthma, pruritus.
ALLERZIN syrup
Mempunyai rasa jeruk manis yang digemari oleh anak - anak maupun orang dewasa.
INDIKASI :
-
|
Keadaan allergi
|
-
|
Gatal - gatal
|
-
|
Mabuk jalan
|
Dewasa: 3 - 4 x sehari 1 - 2 sendok teh ( 5 ml)
Anak - anak: Dibawah umur 5 tahun :
3 - 4 x sehari 1/2 sendok teh
Diatas umur 5 tahun :
3 - 4 x sehari 1 sendok teh
Atau menurut petunjuk dokter.
KONTRA INMKASI :
Hypersensitif terhadap prornethazine.
:
Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
PENYIMPANAN :
Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya, ditempat sejuk.
KEMASAN :
Botol isi 60 ml - Reg. No. D. 2016501-1
Botol isi
Botol isi 1000 ml - Reg. No. DKL S321703137A1
SAKAFARMA LABORATORIES
:
Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
PENYIMPANAN :
Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya, ditempat sejuk.
KEMASAN :
Botol isi 60 ml - Reg. No. D. 2016501-1
Botol isi
Botol isi 1000 ml - Reg. No. DKL S321703137A1
SAKAFARMA LABORATORIES
ALLOHEX
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu
KANDUNGAN :
Tiap tablet mengandung
* Loratadine micronized ...................................... 10 mg
Tiap 5 ml sirup mengandung
* Loratadine micronized......................................... 5 mg
* Etilalkohol ........................................................... 2 %
FARMAKOLOGI :
Loratadine merupakan suatu antihistamin trisiklik yang bekerja lama dengan aktivitas antagonis kompetitif selektif terhadap reseptor H1 perifer tanpa efek sedasi sentral atau efek antikolinergik.
INDIKASI :
- Mengurangi gejala-gejala yang berkaitan dengan rhinitis alergik, seperti bersin-bersin, pilek, rasa gatal pada hidung serta rasa gatal dan terbakar pada mata.
- Mengurangi gejala-gejala dengan tanda-tanda urtikaria kronik serta penyakit dermatologik alergi lain.
KONTRA INDIKASI :
Pasien yang menunjukkan hipersensitif atau idiosinkrasi terhadap komponenkomponennya.
DOSIS :
- Dewasa, usia lanjut, anak usia 12 tahun atau lebih : 1 tablet/10 mg (2 sendok takar) sehari.
- Anak-anak usia 2 – 12 tahun : Berat badan > 30 kg : 10 mg (1 tablet atau 2 sendok takar) sehari. Berat badan 30 kg : 5 mg (1/2 tablet atau 1 sendok takar) sehari.
- Khasiat dan keamanan penggunaan pada anak-anak usia dibawah 2 tahun belum terbukti.
EFEK SAMPING :
- Loratadine tidak memperlihatkan efek sedatif yang secara klinis bermakna pada pemberian dosis 10 mg sehari.
- Efek samping yang dilaporkan : lelah, sakit kepala, somnolensi, mulut kering, gangguan pencernaan, nausea, gastritis dan gejala alergi yang menyerupai ruam.
- Pernah dilaporkan terjadinya alopesia, anafilaksis, fungsi hati abnormal dan takiaritmia supra ventrikuler walaupun jarang.
OVER DOSIS :
- Gejala somnolensi, takikardia dan sakit kepala pada orang dewasa dan gejala extrapiramidal, palpitasi pada anak-anak pada dosis > 10 mg/hari pernah dilaporkan. Pada keadaan kelebihan dosis, harus segera dilakukan pengobatan simptomatis dan pertolongan kepada pasien :
- Pasien harus diinduksi agar muntah, meskipun telah terjadi muntah secara spontan.
- Muntah dapat diinduksi secara farmakologis dengan pemberian sirup ipeka kecuali pada pasien dengan kesadaran terganggu. Bila tidak terjadi muntah dalam waktu 15 menit, pemberian ipeka harus diulang, setelah muntah, absorpsi obat yang masih tertinggal dalam lambung dapat diberikan karbon aktif bersama air. Bila tidak terjadi muntah, atau muntah dikontraindikasikan, harus dilakukan pencucian lambung dengan larutan salin fisiologis (terutama untuk anak-anak) dan air minum (untuk dewasa).
- Loratadine tidak hilang dengan hemodialisis dalam jumlah yang memadai. Setelah pengobatan darurat, pasien harus dipantau terus secara medis.
PERINGATAN & PERHATIAN :
- Pasien dengan gangguan hati berat harus diberikan dosis permulaan yang lebih rendah, karena hal ini kemungkinan dapat mengurangi bersihan Loratadine, dianjurkan dosis awal 5 mg sehari atau 10 mg setiap 2 hari.
- Khasiat dan keamanan penggunaan Loratadine pada anak-anak usia dibawah 2 tahun belum ditetapkan.
- Keamanan pemakaian Loratadine selama kehamilan belum ditetapkan, hanya diberikan bila potensi manfaat lebih besar dari potensi resiko terhadap janin.
* Hati-hati bila diberikan pada wanita yang sedang menyusui, karena Loratadine diekskresikan dalam air susu ibu.
INTERAKSI OBAT :
- Bila diberikan bersama-sama dengan alkohol, Loratadine tidak memiliki efek potensiasi seperti yang diukur dengan penelitian penampilan psikomotor.
- Pernah dilaporkan peningkatan kadar Loratadine dalam plasma setelah pemakaian bersama-sama ketokonazol, eritromisin atau simetidin pada penelitian klinik terkendali, tetapi tidak ada perubahan klinis yang bermakna (termasuk elektrokardiografik).
- Hati-hati pemakaian bersama obat-obat yang menghambat metabolisme hati.
- Pemberian antihistamin harus dihentikan 48 jam sebelum prosedur uji kulit, karena obat ini dapat mencegah atau mengurangi reaksi positif terhadap indikator reaktivitas dermal.
CARA PENYIMPANAN :
Simpan pada suhu kamar (maks. 30oC).
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
KEMASAN & NO REG. :
- Kotak berisi 5 strip @ 10 tablet. No. Reg. : DKL9304411010A1
- Botol berisi sirup 60 ml. No. Reg. : DKL9304411137A1
Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,650.00
ALLOHEX
KANDUNGAN :
Tiap tablet mengandung
* Loratadine micronized ...................................... 10 mg
Tiap 5 ml sirup mengandung
* Loratadine micronized......................................... 5 mg
* Etilalkohol ........................................................... 2 %
FARMAKOLOGI :
Loratadine merupakan suatu antihistamin trisiklik yang bekerja lama dengan aktivitas antagonis kompetitif selektif terhadap reseptor H1 perifer tanpa efek sedasi sentral atau efek antikolinergik.
INDIKASI :
- Mengurangi gejala-gejala yang berkaitan dengan rhinitis alergik, seperti bersin-bersin, pilek, rasa gatal pada hidung serta rasa gatal dan terbakar pada mata.
- Mengurangi gejala-gejala dengan tanda-tanda urtikaria kronik serta penyakit dermatologik alergi lain.
KONTRA INDIKASI :
Pasien yang menunjukkan hipersensitif atau idiosinkrasi terhadap komponenkomponennya.
DOSIS :
- Dewasa, usia lanjut, anak usia 12 tahun atau lebih : 1 tablet/10 mg (2 sendok takar) sehari.
- Anak-anak usia 2 – 12 tahun : Berat badan > 30 kg : 10 mg (1 tablet atau 2 sendok takar) sehari. Berat badan 30 kg : 5 mg (1/2 tablet atau 1 sendok takar) sehari.
- Khasiat dan keamanan penggunaan pada anak-anak usia dibawah 2 tahun belum terbukti.
- Loratadine tidak memperlihatkan efek sedatif yang secara klinis bermakna pada pemberian dosis 10 mg sehari.
- Efek samping yang dilaporkan : lelah, sakit kepala, somnolensi, mulut kering, gangguan pencernaan, nausea, gastritis dan gejala alergi yang menyerupai ruam.
- Pernah dilaporkan terjadinya alopesia, anafilaksis, fungsi hati abnormal dan takiaritmia supra ventrikuler walaupun jarang.
OVER DOSIS :
- Gejala somnolensi, takikardia dan sakit kepala pada orang dewasa dan gejala extrapiramidal, palpitasi pada anak-anak pada dosis > 10 mg/hari pernah dilaporkan. Pada keadaan kelebihan dosis, harus segera dilakukan pengobatan simptomatis dan pertolongan kepada pasien :
- Pasien harus diinduksi agar muntah, meskipun telah terjadi muntah secara spontan.
- Muntah dapat diinduksi secara farmakologis dengan pemberian sirup ipeka kecuali pada pasien dengan kesadaran terganggu. Bila tidak terjadi muntah dalam waktu 15 menit, pemberian ipeka harus diulang, setelah muntah, absorpsi obat yang masih tertinggal dalam lambung dapat diberikan karbon aktif bersama air. Bila tidak terjadi muntah, atau muntah dikontraindikasikan, harus dilakukan pencucian lambung dengan larutan salin fisiologis (terutama untuk anak-anak) dan air minum (untuk dewasa).
- Loratadine tidak hilang dengan hemodialisis dalam jumlah yang memadai. Setelah pengobatan darurat, pasien harus dipantau terus secara medis.
- Pasien dengan gangguan hati berat harus diberikan dosis permulaan yang lebih rendah, karena hal ini kemungkinan dapat mengurangi bersihan Loratadine, dianjurkan dosis awal 5 mg sehari atau 10 mg setiap 2 hari.
- Khasiat dan keamanan penggunaan Loratadine pada anak-anak usia dibawah 2 tahun belum ditetapkan.
- Keamanan pemakaian Loratadine selama kehamilan belum ditetapkan, hanya diberikan bila potensi manfaat lebih besar dari potensi resiko terhadap janin.
* Hati-hati bila diberikan pada wanita yang sedang menyusui, karena Loratadine diekskresikan dalam air susu ibu.
INTERAKSI OBAT :
- Bila diberikan bersama-sama dengan alkohol, Loratadine tidak memiliki efek potensiasi seperti yang diukur dengan penelitian penampilan psikomotor.
- Pernah dilaporkan peningkatan kadar Loratadine dalam plasma setelah pemakaian bersama-sama ketokonazol, eritromisin atau simetidin pada penelitian klinik terkendali, tetapi tidak ada perubahan klinis yang bermakna (termasuk elektrokardiografik).
- Hati-hati pemakaian bersama obat-obat yang menghambat metabolisme hati.
- Pemberian antihistamin harus dihentikan 48 jam sebelum prosedur uji kulit, karena obat ini dapat mencegah atau mengurangi reaksi positif terhadap indikator reaktivitas dermal.
CARA PENYIMPANAN :
Simpan pada suhu kamar (maks. 30oC).
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
KEMASAN & NO REG. :
- Kotak berisi 5 strip @ 10 tablet. No. Reg. : DKL9304411010A1
- Botol berisi sirup 60 ml. No. Reg. : DKL9304411137A1
ALLORIS 10 mg
KOMPOSISI :
Loratadina 10 mg/tablet
INDIKASI :
Rinitis alergi, urtikaria kronik, dermatitis alergi, rasa gatal pada hidung dan mata, rasa terbakar pada mata.
KONTRA INDIKASI :
Hipersensitivitas
DOSIS : Dewasa dan anak 12 tahun atau lebih: sehari 1 tablet.
KEMASAN :
Dos 10 x 10 tablet.
CODE: A3
Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,550.00
A L L O R I S
10 mg
|
KOMPOSISI :
Loratadina 10 mg/tablet
INDIKASI :
Rinitis alergi, urtikaria kronik, dermatitis alergi, rasa gatal pada hidung dan mata, rasa terbakar pada mata.
KONTRA INDIKASI :
Hipersensitivitas
KEMASAN :
Dos 10 x 10 tablet.
ANHISSEN 10 MG
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu
Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,750.00
Labels: Nama Obat








0 Comments:
Post a Comment
<< Home