Waiting Tourism Because Coulinten
Hay?
( menolehkan wajahnya dan menghela)
Hallo, pagi. Sapaku sok ramah
“Kamu, (responnya sedikit malas)
Yuhu…………… siapa lagi, apa kamu berharap yang nyapa
kamu ini artis idamanmu Keanu Reve? Tanyaku sedikit meledek.
“Nggak kepikiran kalo Keanu Reves jadinya kayak kamu
(sedikit malas menjawab.
Ya udah deh diawalin dari pertama kita kenalan gimana?
“Nggak perlu, klo boleh malah aku nggak pernah kenal
kamu.
Aku Angga, aku dari sumatera, tinggal disini nge-kos,
kalo kamu?
“Hehe, apasih, penting gituh?
Duuuuh, kalo mau ketawa-ketawa aja, nggak usah
ditahan, nti kalo kentut berabe lo. hehehehe…
“dah pergi sana nggak punya kerjaan tah?
Ada, nih lagi ngerjain kamu, ngeledekin kamu Cuma buat
cairin suasana sama minta maaf.
“emang gampang minta maaf? Buat apa ada aparat kalo cuma
dengan minta maaf urusan beres.
Duh, dasar cewek birokrasi kayak gene neh, apa-apa
mesti diurusin sama aparatur Negara. Emang harus gitu minta maaf? Kudu pake surat
pengantar ato tembusan dari pak RT, RW, Lurah terus Camat. Beserta dengan tanda
tangan dan blanko lengkap dari pemerintahan.
“kalo buat orang tipe kayak kamu yang super nyebelin,
semua itu harus deh kayaknya.
Rumit-rumit, oke deh. Gimana klo sarapan bareng, mau
nggak?
“sapa yang mau makan bareng situ?.
Sebenernya itu hanya ajakan basa-basi saja, nanti bisa
ngajak Nita, Ari adikku, Annisa, Tiwi, ato yang lain kok.
“dasar edan kalo, ngomong nyasar-nyasar terus. Makanya
bawa peta dulu klo mau ngobrol.
Situ yang selalu menyelewengkan maksud, kitakan ikut
aja.
“siapa? Nggak nyadar, dah kenyang.
Ihhhh, sapa yang ngajak situ?
“Vino juga pasti dah dateng nih, nanti makan sama dia
ajalah agak siangan.
(tak sengaja mata ini pun beradu pandang, bingung dan
terbuang)
Dari seberang pandangan kami tak sengaja kami
sama-sama melihat Vino sedang bercanda akrab dengan Ambar, wajah ku dan Key
beradu lagi, dengan tidak ingin berkomentar apapun, meski banyak yang ingin
sekali kami bicarakan, kamipun berpisah arah tanpa berpamitan.
***
Apa kabar biduk yang terasingkan………………
Masih banggakah dengan imajimu, dalam keterasingan di
sudut ruang depan layarmu?
Ataukah bangga dengan Secretnya identitasmu.
Karena hari ini aku bahagia…………
SATRIA (sending…)
……………… responding :/ C>system:
massage> Reply
Biasa saja seperti angin layaknya.
Bangga adalah sebuah keangkuhan, sedangkan aku adalah
mencoba untuk berujung pada sudut pandang keangkuhan itu sendiri. Dari sudut
pandang kalian, para lonely and confuse cinta.
Karena melihat kisah kalian share member-ku, maka aku
bangga menjadi bagian dari secretnya kalian.
Bahagia bukan dirimu yang wujudkan, tapi alam
disekitar kita. Melangkahlah bersama alam sekitar yang selalu membahagiakan
maka kamu akan selalu bahagia.
GUGUS NAHL (send..,)
Ternyata kamu masih on
Seperti monitor yang tak pernah berhenti dari
charge-nya.
Break semua lentera yang mulai menjadi padam
Atau sudut ruang dudukmu yang perlahan sunyi, menepi
gelap
Dan, heh…………………, Masih angkuh seperti yang lalu
SATRIA (sending..,)
Masih tetap Naif, Kamu ?
Akukan takan padam dari dunia mayaku, karena kalian
Atau mereka yang tak punya solusi hidup dalam dunia
nyata
Menjadi satu-satunya cahaya gantikan surya, bila perlu
Dan Kamu, masih tak pernah berhenti mengusik riwayatku
?
GUGUS NAHL
(forward..,)
………………………………………………………………………………
Masih kejam…………………………… jawabannya.
SATRIA (sending..,)
Perlahan kutinggalkan percakapan karena ku rasa tak ada jawaban balasan
dari guest massage-ku, yang biasa aku ajak berdebat di dunia keterasingan,
sama-sama beradu argument tentang sempitnya dunia nyata dan lebarnya dunia
cyber.
Mungkin dia sedang sibuk melayani beratus-ratus pengguna cyber yang
telah bingung dan buntu mencari solusi di dunia nyata.
Selamat menyelesaikan masalah lain Gugus Nahl, karena sekarang aku
sedang tak punya masalah.
***
[24 dec 2002]
Minggu depan, indah. Hari senin, selasa, rabu, kamis,
jum’at, sabtu sampe ke minggu lagi terasa indah. Kok bisa ya…? Apa ada yang
bikin hari semuannya indah ya? Ya ialah…… kan yang bikin hari itu Allah SWT, pazti
semuanya akan terasa semakin indah. Apalagi ditambah dengan keluarga, adik,
teman yang semuannya bernama indah. Wuiiiihhh ceritanya kok malah ngelantur dan
ngawur gini to.
Tapi, hari-hari beberapa minggu kedepan dan kebelakang
ini membuat aku merasa sedang berada di taman bermain dan takan pernah ada
hentinya untuk terus merasakan kebahagiaan ini. Terimakasih Key, untuk waktu
yang sesaat dan semua kau bingkai dengan indah.
Seminggu yang lalu, aku dari kota. Keliling
Malioboro dengan berjalan kaki dari tugu, hotel Garuda dan berhenti di
angkringan. Meskipun masih siang.
Biasa kalo duit masih ada atau sedikit
berlebih, aku bisa berkali-kali ke kota. Bukan untuk mejeng atau mencuci mata,
melainkan melengkapi dahagaku akan keinginan membeli sesuatu.
Yup, aku tipikal orang yang suka berbelanja.
Terutama buku, buku-buku yang menurut aku bisa aku baca dan mau dibaca olehku.
Terspesial dari semua jenis buku adalah buku kartun, hingga pernah semua
keluargaku mencibirku karena mengetahui aku yang sudah SMA masih suka baca buku
kartun. Ga’ dewasa banget kata mereka, bahkan ada yang bilang kekanak-kanakan.
Karena, mereka semua tidak mengerti betapa bahagiannya bias memaknai cerita
bergambar yang kadang menjadi sebuah film di televisi.
Labels: Jogja Disini Masih Ada Cinta
0 Comments:
Post a Comment
<< Home