Imaginer Do’a
Bintang dilangit
kerlip engkau disana
Membiri cahayanya
disetiap insane
Malam yang dingin
kuharap engkau datang
Memberi kerinduan
disela mimpi-mimpinya
Lagu band “AiR” berirama mengalun di telinganya
seakan-akan layaknya sebuah pengharapan yang di inginkan olehnya. Dengan wajah
yang masih lekat di tempelkan di depan lukisan Tuhan, apalagi kalo bukan awan.
Begitu asyiknya dia termenung menapaki kegelisahan-kegelisahan hati dari detak
langkah pergeseran sang awan yang beriring.
Wanita anggun itu sesekali mengerjipkan matanya,
tenggelam dalam ketenangan tidurnya. Bukan karena ngantuk tapi, meresapi
desiran angin yang kian menjadi dingin. Wanita muda itu adalah keyrina.
Keyrina
mencoba menelusuri lorong-lorong sempit kisah kasihnya bersama dengan Reyga.
Reyga adalah sosok kakak kelasnya yang amat dikagumi olehnya. Karena sifatnya
yang gantleman dan lembut dalam
memperlakukan wanita. Dia juga adalah salah satu pentolan di SMA-nya. Wajahnya
yang sedikit tampan, dengan gaya yang selengekan dan tetap memiliki sedikit
sopan bila berhadapan dengan orangtua mungkin salah satu daya tarik dari Reyga.
Karena
Reyga adalah salah satu pentolan di SMA maka semua anak harus tunduk dan hormat
denganya kecuali teman-teman genk-nya. Waktu mereka jadian, hampir seluruh
sekolah memberi dukungan untuk Reyga. Karena rasa kagumnya maka merekapun
mengikat janji sebagai dua orang yang saling mengasihi.
Namun
perjalanan kisah kasih itu harus berakhir saat Key memasuki catur wulan pertama
dikelas tiga. Reyga sudah lulus, tapi sebenarnya bukan itu penyebab hubungan
kasih sayang itu berakhir. Melainkan ketidak cocokan mereka dalam segala hal.
Reyga yang selalu dikagumi banyak cewek, dan yang sedikit temperament, meski
tidak pernah sedikitpun Reyga bermain tangan kepada Keyrina ketika sedang
badmood dan Keyrina yang sudah jelas menjadi incaran banyak pria lainnya, yang
menyebabkan Reyga jelous dan sering rela melakukan tindakan yang diluar batas.
Misalnya seperti; mengerjai setiap pria yang mendekati Key, dengan bayarin
makan dikantin, melototin tiang bendera, bahkan sampai tindakan yang paling
ekstrim yaitu memukulinya.
Namun
semua itu kini hanya cukup disimpan, menjadi bingkai kenangan, yang suatu saat
pasti akan dia butuhkan sekedar mengembalikan memorinya.
***
Sepertinya semua itu kini hanya cukup
disimpan, menjadi bingkai kenangan, yang suatu saat pasti akan dia butuhkan
sekedar mengembalikan memorinya.
***
Malam ini masih seperti malam sebelumnya, malam-malam
dimana kenangan masa lalu itu mulai menghantuinya. Key masih terpaku dihadapan
boneka panda kecil yang memeluk daun pandan.
Kenangan dimana mereka yang menyayanginya masih
terkumpul dan tak berserakan seperti ini, dua belas tahun. Usia yang masih
terlalu muda, dimana dia harus merasakan hilangnya kehangatan dan kasih sayang
dari seorang bunda. Berenang menyelami detik-detik kelam.
Mah dedek ikut ya mah? Rengek anak kecil dihadapannya.
‘dedek sayang, mamah nggak bisa ajak dedek,
perjalanannya jauh.
Emang mamah mau kemana sih pah, sedikit mendongakkan
kepalanya. Menatap sosok bisu berkumis tipis dihadapannya, tak sedikitpun
memberikan jawaban. Hanya tatapan lesu tersirat dari balik matanya.
‘mamah punya hadiah di lemari dedek, tapi dibukannya
nanti kalo dedek udah ulang tahun.
Dia
masih tertegun tak mengerti dengan apa yang terjadi. Dan mengapa mamanya
harus terdiam bujur kaku, dihadapanya. Mengapa harus hari ini, hari dimana
seharusnya semua bahagia dengan senyum diwajah mereka.
Bukan kemurungan dan rasa tidak bahagia seperti ini,
mamah_ mamah……… pokonya mamah harus nyanyiin lagu selamat ulangtahun buat
dedek.
Tak ada
jawaban/ tubuh itu masi diselimuti oleh beberapa selang melingkar ditubuhnya.
Dari selang infuse, bantuan pernafasan, selang tracheostomi, karena sudah
beberapa minggu mamahnya tidak terbangun dari tidurnya.
Ingin dia menangis tapi dia tak mengerti dengan apa
yang sedang terjadi sekarang, dia masih belum mau bersedih. Karena ini harusnya
adalah hari bahagiannya.
Tak terasa tetesan airmata mengalir dipipinya,
mengalir seiring dengan kenagan masa lalu yang terus menghantui secara
perlahan. Memori yang tidak akan pernah dia lupakan, memori dimana seorang akan
merasa sangat berarti bagi setiap manusia.
Tubuhnya gugup, membenarkan posisi duduk dan mulai
sedikit menyeka air mata di bawah kelopak matanya. Ada apa Nit? Masuk nggak
ngetok-ngetok dulu?
Gua dah ketok dari tadi, lo nya aja yang nggak denger?
Keasyikan ngelamun sih elo? Ledek Anita dari balik pintu yang sedikit menjembul
kedalam kamar Keyrina.
Masuk, nti disangka orang mau ngambil apa gitu…?
Sambil membalikan badannya menghadap kearah Anita.
Berjalan menghampiri tempat tidur dan mulai merebahkan
tubuhnya, lagi mikirin sapa sih tanya Anita.
Siapa suruh kamu tiduran disitu? Kotor semua nti
kasurku, dengan sedikit menahan tawa.
Beranjak dari tidurnya seraya melipat kedua kakinya
dan memeluk bantal.
Iiih aku kan Cuma bercanda Nit, gitu aja marah. Sambil
mendekati Anita di pinggir tempat tidur, dengan sedikit menoel tanda minta
maaf.
Biar………! aku udah sakit hati nggak boleh rebahan di
kasurmu. Mengerucutkan bibirnya yg mungil sambil memalingkan muka.
Tuhkan, kamu mah gitu to? Kembali merayu dengan
menarik-narik ujung kain sarung bantal yang sedang dipeluk Anita.
Jawab dulu kamu mikirin sapa, pasti Reyga to? Sedikit
memasang tampang manja dan sok tau.
Nggak, tapi ada sih sedikit. Kembali menerawang
melalui sudut ternit yang sedikit bolong.
Tuhkan, masih mikirin dia terus, emangnya kamu nggak
sadar pa kalo dia itu dah terlalu sering nyakitin kamu. Ia sih dia baik
orangnya, tapi dia itukan sok ganteng banget orangnya.
Aku nggak habis fikir, kurang apalah aku ini udah
mencoba ngertiin dia. Tapi mungkin, memang aku aja yang kurang respect mungkin
yah? Menunduk memandangi lantai yang terlihat mulai bergelombang karena air
mata di pelupuk matanya mulai menumpuk.
Key aku mau kamu nggak usah mikirin dia lagi, dia
nggak tau betapa bersyukurnya yang bias dapetin kamu. Masih banyak kok yang
ngantri buat kamu. Mulai jahil dengan menoel dagu Key
Apa sih kamu ini, aku udah nggak apa-apa kok, yang aku
sesalin kenapa harus kayak gini akhirnya. Mengangkat wajahnya mulai menata hati
yang sempat terbawa nuansa sedih.
Aku punya rekomendasi, gimana kalo nggak Angga aja
yang jadi gantinya? Aku perhatiin dia baik banget sama kamu? Melompat dari
tempat tidur, tepat dibawah wajah Keyrina.
Ihhh, kamu ini petakilan ajah, bikin kaget. Apaan sih
pake bawa-bawa Angga segala, dia kan adik kelas kita. Ya perhatiaanya nggak
Cuma ke aku juga, kesemua orang dia baik, terutama ke semua cewek. Kata dia
cewek itu harus di hargai apa lagi seorang Ibu, karena kita semua lahirnya dari
Ibu.
Duh, ehm-ehm giliran ngomongin Angga aja nggak mau.
Tapi kok tau semua yang diomongin Angga ya? Citcwiiiit ada yang lagi kasraman
nih, sampe mukanya merah kayak mantang rebus. Seraya berlari kearah pintu yang
masih terbuka.
Awas kamu ya Nit, tak bales nanti kamu? Mencoba
beranjak mengejar Anita yang sudah berada di pintu duluan.
Aku pamitlah, takut ganggu hatimu yang lagi berbunga
gara-gara ngebahas Angga. Dadah……………… Keyrina Priscilya Citrandy putri cantik
primadona sekolah, selamat memikirkan………………………… suaranya semakin menghilang
seiring menjauh langkah kaki kecilnya.
Dasar Anita kalo ngomong semaunya, tapi dia termasuk
temanku yang lucu. Meski seperti itu dia nggak pernah bocor jika memegang
rahasia. Angga, apa ia aku kepikiran dia? Ini gara-gara Nita,Mulai mematikan
lampu, merebahkan diri untuk tidur dan berdoa.
***
Angin pagi masih
seperti kemarin
Penuh misteri………
Di ambil beberapa helai kain penutup kepalanya, tak
lupa dililitkan kalung lucu mikey mouse bermain gitar pemberian seseorang yang
pernah ada dihatinya. Tas cangklong kecil yang selalu menemani aktifitasnya
telah termangu di pundaknya.
Sepatu butut all-star rapih terikat, sepertinya semua
sudah lengkap fikirnya. Tetapi kok ada rutinitas yang kurang ya? Gumam otaknya
mulai mengitari seluruh ruangan kamarnya yang sarat dengan B E R A N T A K A N.
Dia melintas kearah dapur untuk mencari Ibunya, yang
dicari tidak juga ditemui. Sepertinya Ibu dah pagi-pagi tadi pergi kepasar, apa
yang kurang ya? Oh, rasta faria belum aku hisap, ini toh yang bikin ganjil hati
dari tadi.
Punk Rock adalah jiwanya, music metal adalah roh
baginya, rokok lintingan sahabat karibnya, meski begitu ibadah kepada sang
pencipta tak boleh terlewat buatnya ,meski hanya shalat satu kali seminggu.
Hanya pada saat shalat jum’at saja, baginya bila laki-laki nggak shalat jum’at
maka haram hukumnya.
Kebiasaan utama nangkring diatas jok motor orang, yang
memakirkan motornya di depan toserba belakang rumahnya. Tongkrongan abadinya
sebelum melakukan aktivitas hari ini dan transit sebelum kerumah setelah
menaklukan hari.
Parkiran mas Barni, preman pasar sekaligus alim ulama
dikawasannya.
Banyak orang menghargai omongan mas Barni bukan karena
takut, tapi dunia hitamlah yang membuatnya menjadi seperti ini. Memaknai hidup
dengan apa yang telah digambarkan Tuhan dalam garis tangannya.
Dia membelot menjadi insyafpun setelah memiliki istri
seorang anak Kyai ternama dari daerah Klaten. Cerita hidupnya disaat menemukan
istrinya tergolong sangat lucu, istrinya adalah guru ngaji keponakannya. Hanya
kepada istrinyalah mas Barni dari dulu tidak berani menegur dan mengganggu
wanita.
Proses pendekatanpun terbilang tidak rumit, Ayahnya
mbak Khusnul istri mas Barni yang kyai itu hanya memberi syarat shalat
berjamaah dengannya. Kepada para pelamar, setelah shalat satu persatu ditanyai.
Perasaan mas Barni tidak karuan, karena Cuma dia yang tidak pintar mengaji
apalagi shalat.
Hingga tiba gilirannya, namamu siapa? Barni pak kyai, jawabnya
singkat dengan sedikit ketakutan.
Ternyata kamu to orangnya yang dibilang preman itu?
Pandangan tajam yang dapat merontokkan jantung yang dipandangnya.
Ah nggak juga Pak Kyai, dalam hati mas Barni sudah
yakin tidak diterima. Sampai pak Kyai meluncurkan beberapa pertanyaan ringan.
Waktu shalat tadi apa yang kamu dengar?
‘ada suara air kali, motor lalu-lalang, burung
berkicau.
Bener itu semua yang kamu dengar? Mencoba meyakinkan
jawaban yang keluar dari mulut mas Barni.
‘benar pak Kyai.
Besok kamu dating kesini, bawa walimu. Aku nikahkan
kamu dengan anakku Khusnul Khatimah, nggak perlu menyiapkan maskawin
mahal-mahal yang penting bias dijadikan mahar.
Dari situlah mas Barni menjadi panutan bagi mereka
yang merasa jagoan, termasuk dirinya yang selalu menunggu teman-temannya di
pangkalan parker mas Barni, meski baginya tiada yang dapat merubahnya selain
music.
***
Dilahirkan dari keluarga yang berpendidikan dan
pintar, gaya potongan rambut mo-hawk dengan acsesoris anting diseluruh
wajahnya. Namanya Reyga Kantata Nugraha, seorang idealis music, ambisius dan
sedikit arogansi. Semua itu dia tunjukkan di dalam kumpulannya.
Dilingkungan rumah termasuk anak yang santun dan
berbakti kepada kedua orangtuanya. Meski semua perilaku sopan itu hanya bagi
mereka yang pantas dihormati, itu prinsip baginya. Buat mereka orang kaya dan
yang sering meremehkan keluarganya, maaf-maaf saja.
Dia masih bingung dengan langkah kaki yang akan dia
arahkan, kemana dulu? Pasar/base camp? Ato……………,
Akhirnya dia putuskan untuk melangkah ke asrama putri,
mencoba merangakai kembali, apa yang telah sulit untuk dapat diperbaiki.
Sepanjang jalan pandangannya tertunduk ke setapak jalan yang dilaluinya.
Mengais-ngais beberapa file kenagan yang terjadi antara dirinya dan Keyrina.
Siulnya menemani perjalanannya saat ini, pletak! Tepat
sekali mengenai kepalanya. Sakit itu memaksannya untuk mencari siapa pelaku
pelempar batu.
Hii…hiii……hiiii. (si punya tawa masih bersembunyi)
Tawa busuk seperti ni nggak jauh-jauh pasti setan
kunyuk yang punya. Kunyuk keluar lo, dari pada gua lempar pisok ke arah lo.
memalingkan wajahnya kearah suara tawa dibalik belukar, dengan sedikit memasang
wajah garang.
Jiah, si lo ngamuk, kayak macan lagi kena mens aja
loh? Nti lo gua kulitin biar nggak bisa ngamuk-ngamuk lagi. Melompat keluar dari
persembunyiannya.
Berisik kunyuk, lo yang gua kulitin ntar. Mau lo? gua
jadiin per mobil nti kulit lo, biar nggak jail lagi sama orang.
Wajah ganteng dilipet-lipet, kayak kertas busuk bekas
bungkus ikan asin aja lo Rey? Mau kemana gerangan jagoan kita ini?
Ngeledek lagi, gua jadiin kulit beduk nti lo, mau tau
ajah…… (tetap focus dengan arah tujuannya).
Nih, gua kasih berita free, mending nggak usah ke
asrama putri lagi, itu juga klo lo nggak mau masalah lo semakin menghawatirkan.
Terserah gua lah.
“ya udah klo lo nggak mau dengerin. Selamat
memperjuangkan kericuhan kawand! Lanjutkan kekonyolanmu, biar kau tetap
dianggap jagoan, meski kau akan selalu menyakiti hati semua orang yang kau
sayangi.
Dia mulai diam, menghentikan langkah kakinya dan
tenggelam dalam sengatan kata Wiro, teman gila yang selalu keras dalam kata
namun bermakna dalam arti.
***
Asrama siang hari:
Dimana, Key?
Ngapain lagi kamu kesini Rey, belum puas kamu bikin sakit hati dia?
‘Please,gua nggak mau ngomong ama lo, gua Cuma pingin ketemu sama Key?
Key nggak ada, dan kayaknya dia nggak mungkin lagi mau ketemu lo.
‘gua tau sekarang lo lagi deket sama Key, tapi nggak selamanya lo bisa
campuri urusan gua sama Key.
Gua nggak bermaksud nyampurin, tapi gua Cuma negesin aja. Udah-udahlah
lo nyakitin hatinya dia, mau berpa kali lagi dia harus nangis gara-gara lo.
‘sampein kata dari gua yang terakhir buat dia. Maaf, raga ini pernah
menyakiti dia tapi diujung tepian hati ini. Gua nggak pernah bisa menahan perih
yang mungkin sama dia rasakan.
Nti, gua sampein klo dia dah balik. Rey sorry kalo kata-kata gua tadi
sedikit bikin lo emosi, gua nggak bermaksud buat lo emosi kayak gitu.
Oia Vin, satu pesen gua, jangan pernah sakitin hatinya Key. Kalo itu
sampe terjadi, gua orang pertama yang bakal nyari lo buat ngebenerin
kesedihannya.
***
Mengapa harus banyak
kerumitan di Dunia
Mengapa harus ada kata mengapa
Dan semua dilengkapi
dengan “?”
Dimana ada kesibukan disitu ada dia, dimana ada
kesulitan disitu pasti dia yang membuatnya, siapakah dia?
Anita Faresya Kamila lengkap sudah kehidupannya dimuka
bumi ini dengan semua yang telah Tuhan ciptakan untuknya. Wajah yang teramat
cantik dengan kulit putih khas keturunan, tinggi badan yang melabihhi rata-rata
cewek Indonesia pada umumnya.
Dilengkapi dengan kemampuan verbal yang luar biasa
baik, dikenal teman-teman sekelasnya sebagai seorang mesin bahasa. Bahasa mana
saja dia mengerti dan dapat membawakannya bila berhadapan dengan beberapa orang
berbeda suku, tidak hanya itu. Kehebatanya berbahasa asing membuatnya sangat
dikagumi oleh hampir seluruh guru, baik di lingkungan sekolah atau sekolah
lain.
Kualitas tongkrongannyapun bisa dibilang kelas Elite, ayahnya yang seorang Angkatan
Darat atau tentara militer. Membiasakannya untuk menjadi seorang laki-laki
sejati yang terbalut tubuh cewek.
Maka hingga saat ini terlalu banyak cowok-cowok hanya
berani mengaguminya dari jarak empat meteran saja. Tidak hanya itu saja, semua
ini berpengaruh juga karena sifatnya yang sedikit………………@#%$? Seperti cowok
sejati dan mungkin melebihi para cowok, bila sedang berkumpul bersama.
Apakah salah menjadi dan terlahir cantik?
Mengapa hidup harus terbatasi karena cantik?
Kenapa sih harus ada kasta social?
Kenapa harus segan dengan mereka yang orang tuanya
PEJABAT?
Mengapa orang militer harus bermantukan militer?
Mengapa………?
Mengapa………?
Mengapa harus ada mengapa dan di tandai dengan “?”.
Beberapa pertanyaan yang membuatnya selalu tidak
memiliki teman dekat sejak dari mulai SD hingga sekarang, semua itu adalah
kesalahan Ayahnya (fikirnya). Mungkin klo dia terlahir bukan dari seorang anak
pejabat tinggi di militer.
Seandainya dia tidak harus terlahir sebagai orang yang
kaya dan di kelilingi banyak pengawal suruhan Ayahnya, klo saja dia tidak
sesempurna yang orang lain lihat dari luaran. Kadang dia selalu berangan ingin
menjadi nyanyian alam, yang tak terganggu terik matahari, tak pernah terusik
gemericik hujan, tidak akan bingung dengan tiupan topan atau harus tertelan
oleh dahsyatnya tsunami.
Tapi dia selalu bersyukur terlahir seperti ini,
terlahir dari orangtua yang selalu ingin menjaganya dan menjadikannya seorang
putri yang tidak haus kasih sayang.
Labels: Jogja Disini Masih Ada Cinta
0 Comments:
Post a Comment
<< Home